Jumat, 05 Desember 2014

BAOBAB, POHON UNIK




Adansonia digitata atau juga disebut Baobab, adalah sebuah pohon berbentuk aneh yang tumbuh di daerah dataran rendah di Afrika dan Australia. 

Baobab juga dinamai pohon terbalik karena ketika ranting pohon itu tidak berdaun, cabang-cabang Baobab terlihat seperti akar yang mencuat ke udara, seolah-olah itu ditanam terbalik. Menurut legenda, konon dewa Thora yang merasa tidak suka karena Baobab tumbuh di kebunnya, melemparkan pohon itu dari surga ke bumi. Dan meskipun pohon itu mendarat dengan posisi terbalik, Baobab masih terus tumbuh.

Adapun cerita lain menyebutkan bahwa ketika Baobab ditanam oleh Tuhan, pohon itu terus berjalan, sehingga Tuhan mencabutnya dan menanamnya terbalik untuk membuatnya berhenti bergerak. Baobab dapat tumbuh mencapai ketinggian 5 sampai 30 meter dan memiliki diameter batang 7 sampai 11 meter.

Sampai sekarang, pohon Baobab memiliki keliling 47 meter dengan diameter diperkirakan sekitar 15,9 meter. Hebatnya lagi, Baobab juga terkenal sebagai pohon yang hidup ribuan tahun. Penduduk Afrika bahkan sangat menghormati Baobab karena telah memberi kehidupan pada mereka.

Selain menjadi sumber penghasil kayu, batang Baobab sering dilubangi oleh penduduk untuk digunakan sebagai tempat tinggal, tempat penyimpanan biji-bijian atau waduk air. Lubang pada batang Baobab juga sering dimanfaatkan sebagai situs pemakaman.

Beberapa produk paling penting yang berasal dari kulit pohon Baobab - yang mengandung serat - digunakan untuk membuat jaring ikan, tali, karung dan pakaian. Kulit pohon itu juga bisa ditumbuk menjadi bubuk untuk penyedap makanan. Secara tradisional, daun Baobab bahkan kerap digunakan untuk ragi dan sayuran.

Buah-buahan dan biji dari Baobab, sebagaimana dilansir amusingplanet, juga dikonsumsi oleh penduduk setempat dan hewan-hewan ternak. Daging buah Baobab, ketika dikeringkan dan dicampur dengan air, juga bisa dibuat minuman yang rasanya mirip dengan limun. Wow menakjubkan!

Sumber: www.merdeka.com

Selasa, 02 Desember 2014

Kisah Tragis Manusia Terpintar bidang Matematika


Anda Pasti Mengira Bahwa Manusia Yang terpintar di dunia adalah Da Vinci, John Stuart Mills, Atau Albert Einstein, Atau Bahkan Bill gates Semuanya memang dianggap jenus-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–-300? 

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. 

Harvard pun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika. Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! 

Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. 

Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun - sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. 

sumber:www.thecrowdvoice.com

Anak terpintar matematika ada 

di Indonesia

Cambridge Dua siswi dari Indonesia, Christa Lorenzia Soesanto dan Natasha Sutedja, berhasil mencetak prestasi membanggakan pada European Girls Mathematical Olympiad (EGMO) 2012 di Murray Edwards College, Inggris (10-16/4/2012).

Christa (15 tahun) meraih Medali Perak dengan total skor 30, sedangkan Natasha (15 tahun) menyabet Medali Perunggu dengan skor 15. Kedua belia berbakat ini ikut berkompetisi ke EGMO di bawah pimpinan Anton Wardaja.

Olimpiade matematika khusus anak perempuan yang diselenggarakan oleh Cambridge University dan baru pertama kali digelar di Inggris ini memperebutkan 7 Medali Emas (skor ? 35), 14 Medali Perak (skor ? 26), 21 Medali Perunggu (skor ? 14), dan 8 Gelar Kehormatan, dengan total 70 peserta dari 19 negara.

Kegiatan ini diadakan setelah jumlah peserta laki-laki jauh melampaui peserta perempuan pada Olimpiade Internasional Matematika di Amsterdam tahun lalu dengan perbandingan 11:1 dan tujuannya untuk memberi lebih banyak anak perempuan kesempatan tampil di panggung internasional.

"Melalui pencarian bakat dan penyiapan kami berharap dapat meningkatkan partisipasi anak-anak perempuan dalam kompetisi matematika," jelas EGMO dalam situswebnya seperti dipantau detikcom, Minggu atau Senin (16/4/2012) pagi WIB.

Selengkapnya, ketujuh Medali Emas direbut Pavlena Nenova (Bulgaria), Giada Franz (Italia), Barbara Mroczek (Polandia), Simona Diaconu (Rumania), Berfin Simsek (Turki), dan Danielle Wang dan Victoria Xia (AS).

Medali Perak: selain diraih Christa Lorenzia Soesanto (Indonesia), selebihnya Kalina Petrova (Bulgaria), Alice Cortinovis (Italia), Sena Nur Arbag (Turki), Kalina Petrova (Bulgaria), Agata Latacz, Anna Olech, Anna Siennicka (Polandia), Andreea Magalie, Stefana-Lucia Anita, Ioana-Maria Tamas (Rumania), Yaroslava Serdyuk, Mariia Pavliuk, Yuliya Kravchenko, Olena Kharytonova (Ukraina).

Medali Perunggu: Natasha Sutedja (Indonesia), Jiali Yan (Finlandia), Melinda Flora Kiss, Emese Anna Toth, Eszter Kiss (Hungaria), Federica Cecchetto, Angela Veronese (Italia), Christina Meyer (Luksemburg), Agnese Kerubina (Latvia), Michelle Sweering (Belanda), Abrar Alshaikh (Saudi Arabia), Nevena Nikolic, Jelena Trisovic, Marijana Vujadinovic (Serbia), Laura Gremion, Viviane Kehl (Swis), Gulsah Onur (Turki), Natalie Behague, Katya Richards (Inggris), Sarah Herrmann, Julia Huang (AS).

Honourable Mention (Gelar Kehormatan): Sophie Peng (Belgia), Ksenia Tsocheva (Bulgaria), Neea Palojarvi (Finlandia), Yunwoo Lee (Irlandia), Line Hoeltgen (Luksemburg), Loes Bazuin, Marieke van der Wegen (Belanda), Annamaria Piri (Serbia). (es/es)


Senin, 24 November 2014

Tangram Permainan Edukatif Dalam Pembelajaran Matematika



Sudah selayaknya dalam pengajaran matematika dilakukan suatu inovasi khususnya guna membuat revolusi dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan mutu pendidikansecara umum dan mutu pelajaran matematika secara khusus perlu perubahan pola pikir kreatif yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan kurikulum 2013, salah satunya dengan menerapkan permainan edukatif sebagai media pembelajaran. Banyak permainan edukatif yang bisa digunakan sebagai media pembelajaran matematika untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam belajar matematika, serta menjadi sumber untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah matematika menjadi lebih mudah.
Permainan edukatif tidaklah harus mahal atau alat yang canggih tetapi dari bahan-bahan yang sederhana pun bisa dibuat sebuah permainan edukatif yang menarik dan menyenangkan. Tangrams (“tans” artinya tujuh potong) adalah permainan yang cukup menarik dan dapat menimbulkan daya kreasi anak. Permainan ini berupa sebuah daerah bujursangkar yang dibagi-bagi atau dikerat-kerat menjadi 7 bagian. Dengan 7 bagian itu siswa diminta untuk menyusun bentuk lain yang menarik baginya. Permainan ini dimaksudkan agar siswa menyadari bahwa luas bentuk-bentuk baru yang telah dibuatnya itu adalah sama dengan luas daerah bujursangkar asal. Tangram merupakan salah satu permainan edukatif yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana. Namun, permainan ini sekarang sudah berubah fungsi menjadi permainan edukatif yang sering dimainkan dalam proses pembelajaran, khususnya matematika.
Permainan ini cukup sederhana baik dalam pembuatannya maupun cara mainnya yaitu hanya menyusun potongan-potongan puzzle agar menjadi suatu bentuk dan setiap potongan puzzle harus saling bersambung, tetapi tidak boleh saling bertindihan. Guru atau pendidik bisa membuat sendiri permainan ini dari bahan-bahan yang seadanya, yaitu karton, kayu, atau bahan-bahan lainnya yang bisa digunakan. Salah satu tujuan permainan ini dalam matematika yaitu untuk mengembangkan kreativitas anak dan mengenalkan bentuk bidang datar kepada anak-anak. Sederhana namun menarik. Inilah keunikan dari tangram karena dari bentuk yang sederhana bisa dibuat bentuk-bentuk lain yang sangat menarik.

Kamis, 13 November 2014

CARA MENGAJAR MATEMATIKA YANG BAIK DAN MENYENANGKAN



Banyak siswa tidak menyukai pelajaran matematika, merupakan sebuah fakta yang dapat diperbaiki melalui sebuah cara sederhana yang dapat dikerjakan oleh seorang guru ketika merencanakan dan melakukan pembelajaran matematika.
Ketika banyak siswa yang takut terhadap pelajaran matematika, atau terlihat bosan, seorang guru perlu melakukan segala sesuatu yang dapat membuat pelajaran matematika menarik.  Siswa yang menyukai pelajaran matematika mampu memperoleh hasil yang baik pada standar kompetensi yang telah ditentukan.  Oleh karena itu perlu bagi seorang guru untuk melakukan segala sesuatu untuk menolong siswa agar merasa senang dengan pelajaran matematika.
Jika seorang guru tidak menyenangi terhadap suatu subyek (pelajaran), maka para siswanya juga tidak akan menyenangi pembelajarannya.  Semakin banyak energi positif yang dimiliki seorang guru terhadap sebuah subyek (pelajaran), akan semakin menyenangkan pembelajarannya.  Seorang guru yang tidak menyukai matematika mempunyai tingkat energi yang lebih rendah dibandingkan seorang guru yang menyukai matematika.  Semakin banyak energi yang guru masukkan ke dalam perencanaan dan pembelajaran, akan menjadikan pelajaran semakin menyenangkan, sehingga siswa akan lebih antusias dan bergairah.
Ketika membuat perencanaan untuk pelajaran matematika, perlu mewujudkannya dengan kreatif, membentuk pelajaran matematika interaktif yang melibatkan para siswa dalam proses pembelajaran.  Jika memungkinkan, rencanakan aktifitas yang akan menjadikan siswa-siswa berdiri dan bergerak di dalam atau di sekitar kelas.  Beberapa tips untuk perencanaan (pembelajaran) matematika sebagai berikut:
  • Fokuskan pada satu kemampuan matematika guna menjamin kedalaman pembelajarannya
  • Antisipasi perlunya menyediakan bantuan tambahan untuk siswa-siswa yang memiliki kesulitan belajar
  • Rencanakan kegiatan tambahan untuk menjamin bahwa siswa-siswa berkemampuan maju memperoleh sesuatu yang menarik untuk dilakukan
  • Rencanakan permainan-permaian matematika jika memungkinkan
  • Rencanakan kerja kelompok yang memberikan kesempatan bagi yang siswa-siswa yang maju membantu siswa-siswa yang lambat belajarnya.
Disadur dari: http://lesson-plan help.suite101.com/article.cfm/how_to_make_math_class_fun
Dipublikasi ulang dari Buletin Ringan URP PPPPTK Matematika Yogyakarta
Sumber: http://adunk09.blogspot.com/

Senin, 27 Oktober 2014

Cara Asyik Belajar Matematika

Belajar Matematika Asyik dengan Gasing



Banyak cara yang bisa digunakan agar anak menyukai dan mudah mengerjakan soal Matematika. Anggapan Matematika sulit bisa jadi karena metode pembelajarannya yang membuat anak susah memahami pelajaran ini. Ada sebuah metode yang bisa membuat Matematika menjadi menyenangkan, namanya Metode Gasing, yang merupakan singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan. Sesuai dengan namanya, metode ini menggunakan cara unik untuk memudahkan anak mengerjakan soal-soal Matematika.
Cara

“Matematika dengan Gasing sebenarnya sangat sederhana dan mudah, semua orang bisa, semua orang tahu,” kata tokoh Sains dan Matematika, Yohannes Surya, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.

Secara gamblang ia menjelaskan bagaimana Gasing dapat membuat seorang anak mampu memahami soal-soal Matematika dengan cara mencongak (menghitung di luar kepala). Selain itu, metode ini mengajak anak-anak untuk terbiasa dengan cara menghitung yang terbalik. Misalnya, untuk penjumlahan dua digit, dimulai dari satuan terbesarnya.

“Misalnya 37 ditambah 26, kita menjumlahkan dulu angka 3 dengan angka 2 dan ditambah satu, berarti 6. Baru kemudian menjumlahkan 7 dengan 6, yaitu 13. Tapi tulis saja 3, karena angka 1 sudah ditulis di depan. 37 ditambah 26 itu hasilnya 63. Lebih cepat,” jelasnya.

“Anak akan terbiasa mengerjakan soal Matematika dengan cara mencongak. Jadi, semua soal Matematika bisa dikerjakan di luar kepala, artinya tidak menulis dan menghitung jari,” ujar pria yang juga pendiri Surya Institute ini.

Anak yang ingin menggunakan metode ini harus memenuhi syarat kunci terlebih dahulu. Syaratnya, menguasai penjumlahan 1 sampai 20. “Misalnya 9 ditambah 7, harus langsung cepat menjawab 16. Selain itu, tentunya juga menguasai perkalian 1 sampai 10. Setelah itu baru bisa ngebut mengerjakan soal-soal yang lain. Dua digit, tiga digit, atau berapa pun tidak dikerjakan dengan menyusun ke bawah (ditulis). Semua harus dilakukan di luar kepala,” ujarnya.

sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/04/07351845/Belajar.Matematika.Asyik.dengan.Gasing